Rabu, 24 April 2013
Rabu, 27 Maret 2013
TUGAS SOFTSKILL B.INGGRIS BISNIS 2
FULL BLOCK STYLE
NAME
: ANGGA BIMANTORO
NPM
: 11209920
CLASS
: 4EA12
CAMBRIDGE
ELECTRONIC CORPORATION
231 Blackmore Street
New York, N.Y.
20011 USA
Ref
: JS/LL/12B
17rd
April, 2013
Messrs.
Johnson Smith & Carlton
16
Fifth Avenue Street
Los
Angeles, USA
Dear
sirs,
We
have to remind you that your account for televisions ordered on 12 February has
not yet been paid. Discount cannot now be allowed.
You
will remember that we went to some trouble to meet your delivery date, and we
are sure that you would not wish to inconvenience us by delaying your payment.
A
copy of the statement is enclosed, and we shall be glad to receive your cheque
by return.
Your
Faithfully,
Jonathan R. Smith
General Manager
Sabtu, 19 Januari 2013
Softskill Etika Bisnis
Nama : Angga Bimantoro
NPM : 11209920
Kelas : 4EA12
1.Prinsip-prinsip
etika bisnis yang berlaku di Indonesia sangat dipengaruhi oleh system nilai
masyarakat kita, Jelaskan!
Jawaban:
Karena
masyarakat di Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang tidak bisa
dikesampingkan begitu saja. Moralitas dan sosial sangat dibutuhkan agar etika
bisnis tidak menjadi ajang untuk memperkaya diri, namun juga untuk kepentingan
masyarakat umum dan Negara.
2.Mengapa prinsip no harm menjadi dasar jiwa
dari semua aturan bisnis. Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawaban:
Agar
tidak merugikan orang lain terutama lingkungan alam, yang sangat dibutuhkan
oleh manusia.
3. Jelaskan menurut pendapat saudara bagaimana
caranya merupakan prinsip-prinsip etika bisnis ini sehingga benar-benar
operasional!
Jawaban:
- Pada saat berbisnis kita sebelumnya harus benar-benar mengetahui secara jelas apa dampak yang akan ditimbulkan dari bisnis itu sendiri terhadap orang lain dan terhadap diri kita sendiri.
- Dalam persiapan menjalankan bisnis kita harus mempersiapkan segala sesuatunya agar kita bisa memberikan kualitas dan hasil bisnis yang baik
4. Berkembang tidaknya suatu etos bisnis dalam
sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh gaya kepimpinan dalam suatu perusahaan
tersebut. Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawaban:
Dalam
suatu perusahaan sangat dibutuhkan pemimpin yang tegas, tertib, dan juga dapat
mengayomi bawahannya, bukan sekedar memperkerjakan bawahannya demi mencapai
keuntungan setinggi-tingginya saja, namun juga harus memenuhi kesejahteraan
serta melindungi bawahannya tersebut.
5.Mengapa norma dan prinsip etika bersifat
universal, Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawaban:
Karena
mau di Negara mana pun bisnis itu berdiri dan berjalan, akan tetap berlaku
etika bisnis yang mengaturnya, agar tidak terjadi kekacauan serta pihak-pihak
yang dirugikan atas berlangsungnya suatu bisnis.
6. Apakah
ada kaitannya antara moralitas dan hukum!
Jawaban:
Ada kaitannya. Moral itu adalah suatu adat
serta nilai yang sudah tertanam dalam kehidupan tiap manusia. Moral itu berisi
kaidah yang mengatur suatu perilaku agar tidak menyimpang. Oleh karena itu
diperlukan hokum untuk member efek jera serta mengatur pelanggaran moral yang
terjadi.
7. Apa yang dimaksud dengan prinsip integritas
pribadi, berikanlah penjelasan dan contohnya!
Jawaban:
Agar
dalam menjalankan bisnis kita harus menjaga nama baik kita sendiri dan
perusahaannya maupun pemimpinnya. Hal ini mendorong kita untuk menjadi yang
terbaik dan dapat dibanggakan.
8.Menurut
pendapat renald khasali bahwa-bahwa masyarakat kita belum punya budaya
korporatif apa maksudnya menurut pendapat saudara!
Jawaban:
Karena
masyarakat Indonesia masih sangat terikat dengan tradisi dan sufat kedaerahan.
Budaya korporasi menuntut kepercayaan dan seluruh nilai yang ada. Dengan
menganut budaya korporasi maka yang paling berperan adalah orang-orang yang
adala dalam suatu korporasi tersebut.
9.Mengapa
keadilan menjadi nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh segenap masyarakat.
Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawaban:
Karena semua orang pada dasarnya memiliki hak
dan derajat yang sama. Jadi keadilan harus ditegakkan, agar tidak ada yang
tertindas.
10. Kesejahteraan buruh menuntut demokratis dan
profesionalisme
Jawaban:
Karena buruh juga bekerja dengan profesional tinggi
hanya untuk kemajuan suatu perusahaan. Jadi, sangat pantas para buruh menuntut
perusahaan juga profesional dalam memenuhi kewajibannya terhadap buruh,
terutama dalam hal kesejahteraan.
Senin, 05 November 2012
ETIKA BISNIS
NAMA : ANGGA BIMANTORO
KELAS : 4EA12
ETIKA BISINIS
1. Pengertian
Etika
Istilah
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan
bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat
tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak,
perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti
dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang
oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan
demikian menurutpengertian yang
asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan
masyarakat. Kemudian lambat laun pengertianini
berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang
mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat
dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik. Etika juga disebut ilmu normative, maka
dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang
dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menciptakan etika bisnis,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah
1. Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis
dan pihak yang terkait mampu mengendalikan
diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam
bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan
dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan
dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan
tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi
penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika
bisnis yang “etis”.
diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam
bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan
dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan
dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan
tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi
penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika
bisnis yang “etis”.
2. Pengembangan tanggung jawab
sosial (social responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan
hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih
kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis
untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand
harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak
memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi,
dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan
memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan
hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih
kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis
untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand
harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak
memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi,
dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan
memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
3. Mempertahankan jati diri
dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh
pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi
informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi
golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya
tranformasi informasi dan teknologi.
pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi
informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi
golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya
tranformasi informasi dan teknologi.
2.
Pengertian Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau
jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara
historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang
berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun
masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang
mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan
bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan
meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah
bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka
berikan. Kata bisnis sering terdengar dalam keseharian
kita. Seperti yang saya dengar ketika bertemu dengan seorang kawan
yang sudah lama tidak berjumpa. Lazimnya kita pasti berbasa-basi menanyakan
kabar dan kondisinya sekarang. Utamanya atau ujung-ujungnya pasti kondisi
“keuangannya”, meskipun tidak secara langsung. Begitu pula yang saya lakukan
dengan mengikuti tata pergaulan yang berlaku umum saat ini. Kawan
saya-pun menjawab bahwa saat ini Ia sudah tidak bekerja lagi tapi sedang
merintis bisnis pulsa dan “one stop payment”.
Ilustrasi
diatas memperlihatkan bahwa saat ini orang sudah terbiasa menggunakan kata
membangun bisnis daripada membangun usaha. Kenapa ?. Jawabannya mungkin bisa
bermacam-macam, lebih keren, lebih modern, lebih global, atau mungkin supaya
tidak ketinggalan jaman. Lalu apa arti dan definisi dari bisnis itu sendiri ? Bisnis
berasal dari bahasa Inggris business, mengembangkan kata dasar busy yang
berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.
Sedangkan dalam kamus lengkap bahasa Inggris karangan Prof. Drs. S. Wojowasito
dan W.J.S Poerwadarminta, business diterjemahkan menjadi : pekerjaan;
perusahaan; perdagangan; atau urusan.
Contohnya adalah Bisnis
rumahan yang satu ini bisa dibilang usaha yang sangat menyenangkan disamping
bisnis ini tidak mengenal musim sebagai contoh tidak seperti usaha penjualan es
yang hanya akan laku keras pada musim kemarau atau cuaca panas saja. Selain itu
usaha pulsa elektronik merupakan bisnis rumahan dengan modal kecil dan tidak
memerlukan tenaga extra untuk menjalankannya, yang dibutuhkan hanya handphone
untuk mengirim pesan saat melayani pelanggan. Selain itu bisa dikerjakan sambil
mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga jika usaha ini dikerjakan di dalam
rumah sendiri
3.
Pengertian Etika Bisnis
Steade et al (1984: 701) dalam bukunya ”Business, Its Natura and Environment An
Introduction” memberi batasan yakni, ”business ethics is ethical standards that
concern both the ends and means of business decision making” (“Etika bisnis
adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan
bisnis.")
Langganan:
Postingan (Atom)